budaya betawi

Rabu, 11 Maret 2015

 BUDAYA BETAWI

Suku Betawi berasal dari hasil kawin-mawin antaretnis dan bangsa pada masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Apa yang disebut dengan orang atau suku Betawi sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Jawa, Bali,Bugis, Makassar, Ambon, dan Melayu serta suku-suku pendatang, seperti Arab, India, Tionghoa, dan Eropa.Etimologi Betawi

Kata Betawi digunakan untuk menyatakan suku asli yang menghuni Jakarta dan bahasa Melayu Kreol yang digunakannya, dan juga kebudayaan Melayunya. Kata Betawi berasal dari kata "Batavia," yaitu nama lain dari Jakarta pada masa Hindia Belanda, kemudian penggunaan kata Betawi sebagai sebuah suku yang termuda, diawali dengan pendirian sebuah organisasi yang bernama Perkoempoelan Kaoem Betawi yang lahir pada tahun 1923.

Sejarah

Diawali oleh orang Sunda (mayoritas), sebelum abad ke-16 dan masuk ke dalam Kerajaan Tarumanegara serta kemudian Pakuan Pajajaran. Selain orang Sunda, terdapat pula pedagang dan pelaut asing dari pesisir utara Jawa, dari berbagai pulau Indonesia Timur, dari Malaka di semenanjung Malaya, bahkan dari Tiongkok serta Gujarat di India.

Selain itu, perjanjian antara Surawisesa (raja Kerajaan Sunda) dengan bangsa Portugis pada tahun 1512 yang membolehkan Portugis untuk membangun suatu komunitas di Sunda Kalapa mengakibatkan perkawinan campuran antara penduduk lokal dengan bangsa Portugis yang menurunkan darah campuran Portugis. Dari komunitas ini lahir musik keroncong.

Setelah VOC menjadikan Batavia sebagai pusat kegiatan niaganya, Belanda memerlukan banyak tenaga kerja untuk membuka lahan pertanian dan membangun roda perekonomian kota ini. Ketika itu VOC banyak membeli budak dari penguasa Bali, karena saat itu di Bali masih berlangsung praktik perbudakan. Itulah penyebab masih tersisanya kosa kata dan tata bahasa Bali dalam bahasa Betawi kini. Kemajuan perdagangan Batavia menarik berbagai suku bangsa dari penjuru Nusantara hingga Tiongkok, Arab dan India untuk bekerja di kota ini. Pengaruh suku bangsa pendatang asing tampak jelas dalam busana pengantin Betawi yang banyak dipengaruhi unsur Arab dan Tiongkok. Berbagai nama tempat di Jakarta juga menyisakan petunjuk sejarah mengenai datangnya berbagai suku bangsa ke Batavia; Kampung Melayu, Kampung Bali, Kampung Ambon, Kampung Jawa, Kampung Makassar dan Kampung Bugis. Rumah Bugis di bagian utara Jl. Mangga Dua di daerah kampung Bugis yang dimulai pada tahun 1690. Pada awal abad ke 20 ini masih terdapat beberapa rumah seperti ini di daerah Kota.

Antropolog Universitas Indonesia, Dr. Yasmine Zaki Shahab, MA memperkirakan, etnis Betawi baru terbentuk sekitar seabad lalu, antara tahun 1815-1893. Perkiraan ini didasarkan atas studi sejarah demografi penduduk Jakarta yang dirintis sejarawan Australia, Lance Castle. Di zaman kolonial Belanda, pemerintah selalu melakukan sensus, yang dibuat berdasarkan bangsa atau golongan etnisnya. Dalam data sensus penduduk Jakarta tahun 1615 dan 1815, terdapat penduduk dari berbagai golongan etnis, tetapi tidak ada catatan mengenai golongan etnis Betawi. Hasil sensus tahun 1893 menunjukkan hilangnya sejumlah golongan etnis yang sebelumnya ada. Misalnya saja orang Arab dan Moor, orang Bali, Jawa, Sunda, orang Sulawesi Selatan, orang Sumbawa, orang Ambon dan Banda, dan orang Melayu. Kemungkinan kesemua suku bangsa Nusantara dan Arab Moor ini dikategorikan ke dalam kesatuan penduduk pribumi (Belanda: inlander) di Batavia yang kemudian terserap ke dalam kelompok etnis Betawi.

Suku Betawi

Pada tahun 1930, kategori orang Betawi yang sebelumnya tidak pernah ada justru muncul sebagai kategori baru dalam data sensus tahun tersebut. Jumlah orang Betawi sebanyak 778.953 jiwa dan menjadi mayoritas penduduk Batavia waktu itu.

Antropolog Universitas Indonesia lainnya, Prof Dr Parsudi Suparlan menyatakan, kesadaran sebagai orang Betawi pada awal pembentukan kelompok etnis itu juga belum mengakar. Dalam pergaulan sehari-hari, mereka lebih sering menyebut diri berdasarkan lokalitas tempat tinggal mereka, seperti orang Kemayoran, orang Senen, atau orang Rawabelong.

Pengakuan terhadap adanya orang Betawi sebagai sebuah kelompok etnis dan sebagai satuan sosial dan politik dalam lingkup yang lebih luas, yakni Hindia Belanda, baru muncul pada tahun 1923, saat Husni Thamrin, tokoh masyarakat Betawi mendirikan Perkoempoelan Kaoem Betawi. Baru pada waktu itu pula segenap orang Betawi sadar mereka merupakan sebuah golongan, yakni golongan orang Betawi.

Ada juga yang berpendapat bahwa orang Betawi tidak hanya mencakup masyarakat campuran dalam benteng Batavia yang dibangun oleh Belanda tapi juga mencakup penduduk di luar benteng tersebut yang disebut masyarakat proto Betawi. Penduduk lokal di luar benteng Batavia tersebut sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional.

Setelah kemerdekaan

Sejak akhir abad yang lalu dan khususnya setelah kemerdekaan (1945), Jakarta dibanjiri imigran dari seluruh Indonesia, sehingga orang Betawi — dalam arti apapun juga — tinggal sebagai minoritas. Pada tahun 1961, 'suku' Betawi mencakup kurang lebih 22,9 persen dari antara 2,9 juta penduduk Jakarta pada waktu itu. Mereka semakin terdesak ke pinggiran, bahkan ramai-ramai digusur dan tergusur ke luar Jakarta. Proses asimilasi dari berbagai suku yang ada di Indonesia hingga kini terus berlangsung dan melalui proses panjang itu pulalah ’suku’ Betawi hadir di bumi Nusantara.

Seni dan kebudayaan

Budaya Betawi merupakan budaya mestizo, atau sebuah campuran budaya dari beragam etnis. Sejak zaman Hindia Belanda, Batavia (kini Jakarta) merupakan ibu kota Hindia Belanda yang menarik pendatang dari dalam dan luar Nusantara. Suku-suku yang mendiami Jakarta antara lain, Jawa, Sunda, Minang, Batak, dan Bugis. Selain dari penduduk Nusantara, budaya Betawi juga banyak menyerap dari budaya luar, seperti budaya Arab, Tiongkok, India, dan Portugis.

Suku Betawi sebagai penduduk asli Jakarta agak tersingkirkan oleh penduduk pendatang. Mereka keluar dari Jakarta dan pindah ke wilayah-wilayah yang ada di provinsi Jawa Barat dan provinsi Banten. Budaya Betawi pun tersingkirkan oleh budaya lain baik dari Indonesia maupun budaya barat. Untuk melestarikan budaya Betawi, didirikanlah cagar budaya di Situ Babakan.

Bahasa

Sifat campur-aduk dalam dialek Betawi adalah cerminan dari kebudayaan Betawi secara umum, yang merupakan hasil perkawinan berbagai macam kebudayaan, baik yang berasal dari daerah-daerah lain di Nusantara maupun kebudayaan asing.

Ada juga yang berpendapat bahwa suku bangsa yang mendiami daerah sekitar Batavia juga dikelompokkan sebagai suku Betawi awal (proto Betawi). Menurut sejarah, Kerajaan Tarumanagara, yang berpusat di Sundapura atau Sunda Kalapa, pernah diserang dan ditaklukkan oleh kerajaan Sriwijaya dari Sumatera. Oleh karena itu, tidak heran kalau etnis Sunda di pelabuhan Sunda Kalapa, jauh sebelum Sumpah Pemuda, sudah menggunakan bahasa Melayu, yang umum digunakan di Sumatera, yang kemudian dijadikan sebagai bahasa nasional.

Karena perbedaan bahasa yang digunakan tersebut maka pada awal abad ke-20, Belanda menganggap orang yang tinggal di sekitar Batavia sebagai etnis yang berbeda dengan etnis Sunda dan menyebutnya sebagai etnis Betawi (kata turunan dari Batavia). Walau demikian, masih banyak nama daerah dan nama sungai yang masih tetap dipertahankan dalam bahasa Sunda seperti kata Ancol, Pancoran, Cilandak, Ciliwung, Cideng (yang berasal dari Cihideung dan kemudian berubah menjadi Cideung dan tearkhir menjadi Cideng), dan lain-lain yang masih sesuai dengan penamaan yang digambarkan dalam naskah kuno Bujangga Manik yang saat ini disimpan di perpustakaan Bodleian, Oxford, Inggris.

Meskipun bahasa formal yang digunakan di Jakarta adalah Bahasa Indonesia, bahasa informal atau bahasa percakapan sehari-hari adalah Bahasa Indonesia dialek Betawi. Dialek Betawi sendiri terbagi atas dua jenis, yaitu dialek Betawi tengah dan dialek Betawi pinggir. Dialek Betawi tengah umumnya berbunyi "é" sedangkan dialek Betawi pinggir adalah "a". Dialek Betawi pusat atau tengah seringkali dianggap sebagai dialek Betawi sejati, karena berasal dari tempat bermulanya kota Jakarta, yakni daerah perkampungan Betawi di sekitar Jakarta Kota, Sawah Besar, Tugu, Cilincing, Kemayoran, Senen, Kramat, hingga batas paling selatan di Meester (Jatinegara). Dialek Betawi pinggiran mulai dari Jatinegara ke Selatan, Condet, Jagakarsa, Depok, Rawa Belong, Ciputat hingga ke pinggir selatan hingga Jawa Barat. Contoh penutur dialek Betawi tengah adalah Benyamin S., Ida Royani dan Aminah Cendrakasih, karena mereka memang berasal dari daerah Kemayoran dan Kramat Sentiong. Sedangkan contoh penutur dialek Betawi pinggiran adalah Mandra dan Pak Tile. Contoh paling jelas adalah saat mereka mengucapkan kenape/kenapa'' (mengapa). Dialek Betawi tengah jelas menyebutkan "é", sedangkan Betawi pinggir bernada "a" keras mati seperti "ain" mati dalam cara baca mengaji Al Quran.

Musik

Dalam bidang kesenian, misalnya, orang Betawi memiliki seni Gambang Kromong yang berasal dari seni musik Tionghoa, tetapi juga ada Rebana yang berakar pada tradisi musik Arab, Keroncong Tugu dengan latar belakang Portugis-Arab, dan Tanjidor yang berlatarbelakang ke-Belanda-an. Saat ini Suku Betawi terkenal dengan seni Lenong, Gambang Kromong, Rebana Tanjidor dan Keroncong. Betawi juga memiliki lagu tradisional seperti "Kicir-kicir".

Tari

Seni tari di Jakarta merupakan perpaduan antara unsur-unsur budaya masyarakat yang ada di dalamnya. Contohnya tari Topeng Betawi, Yapong yang dipengaruhi tari Jaipong Sunda, Cokek dan lain-lain. Pada awalnya, seni tari di Jakarta memiliki pengaruh Sunda dan Tiongkok, seperti tari Yapong dengan kostum penari khas pemain Opera Beijing. Namun Jakarta dapat dinamakan daerah yang paling dinamis. Selain seni tari lama juga muncul seni tari dengan gaya dan koreografi yang dinamis.

Drama

Drama tradisional Betawi antara lain Lenong dan Tonil. Pementasan lakon tradisional ini biasanya menggambarkan kehidupan sehari-hari rakyat Betawi, dengan diselingi lagu, pantun, lawak, dan lelucon jenaka. Kadang-kadang pemeran lenong dapat berinteraksi langsung dengan penonton.

Cerita rakyat

Cerita rakyat yang berkembang di Jakarta selain cerita rakyat yang sudah dikenal seperti Si Pitung, juga dikenal cerita rakyat lain seperti serial Jagoan Tulen atau si jampang yang mengisahkan jawara-jawara Betawi baik dalam perjuangan maupun kehidupannya yang dikenal "keras". Selain mengisahkan jawara atau pendekar dunia persilatan, juga dikenal cerita Nyai Dasima yang menggambarkan kehidupan zaman kolonial. creita lainnya ialah Mirah dari Marunda, Murtado Macan Kemayoran, Juragan Boing dan yang lainnya.

Senjata tradisional

Senjata khas Jakarta adalah bendo atau golok yang bersarungkan terbuat dari kayu.

Kepercayaan

Sebagian besar Orang Betawi menganut agama Islam, tetapi yang menganut agama Kristen; Protestan dan Katolik juga ada namun hanya sedikit sekali. Di antara suku Betawi yang beragama Kristen, ada yang menyatakan bahwa mereka adalah keturunan campuran antara penduduk lokal dengan bangsa Portugis. Hal ini wajar karena pada awal abad ke-16, Surawisesa, raja Sunda mengadakan perjanjian dengan Portugis yang membolehkan Portugis membangun benteng dan gudang di pelabuhan Sunda Kalapa sehingga terbentuk komunitas Portugis di Sunda Kalapa. Komunitas Portugis ini sekarang masih ada dan menetap di daerah Kampung Tugu, Jakarta Utara.

Profesi

Di Jakarta, orang Betawi sebelum era pembangunan orde baru, terbagi atas beberapa profesi menurut lingkup wilayah (kampung) mereka masing-masing. Semisal di kampung Kemanggisan dan sekitaran Rawabelong banyak dijumpai para petani kembang (anggrek, kemboja jepang, dan lain-lain). Dan secara umum banyak menjadi guru, pengajar, dan pendidik semisal K.H. Djunaedi, K.H. Suit, dll. Profesi pedagang, pembatik juga banyak dilakoni oleh kaum betawi. Petani dan pekebun juga umum dilakoni oleh warga Kemanggisan.

Kampung yang sekarang lebih dikenal dengan Kuningan adalah tempat para peternak sapi perah. Kampung Kemandoran di mana tanah tidak sesubur Kemanggisan. Mandor, bek, jagoan silat banyak di jumpai disana semisal Ji'ih teman seperjuangan Pitung dari Rawabelong. Di kampung Paseban banyak warga adalah kaum pekerja kantoran sejak zaman Belanda dulu, meski kemampuan pencak silat mereka juga tidak diragukan. Guru, pengajar, ustadz, dan profesi pedagang eceran juga kerap dilakoni.

Warga Tebet aslinya adalah orang-orang Betawi gusuran Senayan, karena saat itu program Ganefo yang dicetuskan oleh Bung Karno menyebabkan warga Betawi eksodus ke Tebet dan sekitarnya untuk "terpaksa" memuluskan pembuatan kompleks olahraga Gelora Bung Karno yang kita kenal sekarang ini. Karena asal-muasal bentukan etnis mereka adalah multikultur (orang Nusantara, Tionghoa, India, Arab, Belanda, Portugis, dan lain-lain), profesi masing-masing kaum disesuaikan pada cara pandang bentukan etnis dan bauran etnis dasar masing-masing.

Perilaku dan sifat

Asumsi kebanyakan orang tentang masyarakat Betawi ini jarang yang berhasil, baik dalam segi ekonomi, pendidikan, dan teknologi. Padahal tidak sedikit orang Betawi yang berhasil. Beberapa dari mereka adalah Muhammad Husni Thamrin, Benyamin Sueb, dan Fauzi Bowo yang menjadi Gubernur Jakarta saat ini .

Ada beberapa hal yang positif dari Betawi antara lain jiwa sosial mereka sangat tinggi, walaupun kadang-kadang dalam beberapa hal terlalu berlebih dan cenderung tendensius. Orang Betawi juga sangat menjaga nilai-nilai agama yang tercermin dari ajaran orangtua (terutama yang beragama Islam), kepada anak-anaknya. Masyarakat Betawi sangat menghargai pluralisme. Hal ini terlihat dengan hubungan yang baik antara masyarakat Betawi dan pendatang dari luar Jakarta.

Orang Betawi sangat menghormati budaya yang mereka warisi. Terbukti dari perilaku kebanyakan warga yang mesih memainkan lakon atau kebudayaan yang diwariskan dari masa ke masa seperti lenong, ondel-ondel, gambang kromong, dan lain-lain.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa keberadaan sebagian besar masyarakat Betawi masa kini agak terpinggirkan oleh modernisasi di lahan lahirnya sendiri (baca : Jakarta). Namun tetap ada optimisme dari masyarakat Betawi generasi mendatang yang justru akan menopang modernisasi tersebut.

budaya bali

Budaya dan Tradisi di Bali

Bali memiliki banyak berbagai warisan budaya leluhur yang masih tertanam dan melekat erat di masyarakat Bali itu sendiri, juga berbagai tradisi atau kebiasaan unik yang masih dipegang teguh di kalangan masyarakat. Budaya dan tradisi yang ada memiliki ciri khas tersendiri di masing daerah, desa maupun banjar yang ada di Bali. Memiliki kekayaan budaya yang beragam tentunya merupakan suatu tugas masyarakat untuk melestarikannya, tidak tergilas atau bergeser karena pengaruh dunia modern saat ini. Tentu semua ini dipengaruhi oleh adat istiadat, kepercayaan mistis dan keyakinan beragama yang kental.
Unsur-unsur Budaya yang di miliki adalah; musik seperti berbentuk gamelan, rindik, jegog dan genggong, seni tari seperti tari barong, tari kecak, pendet, gambuh, joged dan banyak lagi yang lainnya, bali juga memiliki bahasa dan pakaian adat daerah sendiri dan dari segi religi mayoritas penduduknya beragama hindu, semua merupakan magnet penarik wisatawan untuk liburan di Bali.
Budaya dan tradisi yang unik ini , membuat salah satu penyebab bali menjadi daerah tujuan wisata, berikut beberapa budaya dan tradisi unik yang masih dijaga kelestariannya:
  • Ngaben – Ngaben adalah upacara Pitra Yadnya, rangkain upacara Ngaben salah satunya prosesi pembakaran mayat yang bertujuan untuk menyucikan roh leluhur orang sudah meninggal. Tradisi ini masih dilakukan secara turun-temurun oleh hampir semua masyarakat Hindhu di Bali.
  • Ngaben tikus di Mengwi – Seperti halnya upacara ngaben, upacara yang biasanya dilakukan pada saat manusia meninggal, dilakukan juga pada tikus, yang bisa dijumpai di Desa Cemagi, Mengwi, upacara ini dilakukan saat wabah tikus mulai menyerang lahan pertanian warga.
  • Subak – Istilah subak hanya dikenal di Bali, yang khusus mengatur sistem pengairan sawah yang digunakan oleh para petani Bali dalam bercocok tanam padi. Istilah ini sudah mulai dikenal dikalangan turis lokal maupun mancanegara.
  • Ngerebong atau Ngurek – tradisi yang ada di Bali yang dilakukan umat Hindhu tepatnya di Pura Pangrebongan, Desa Kesiman, Denpasar. Sebagai masyarakat yang mengikuti ritual ini mulai kerasukan/ trance ada yang berteriak, menangis, menggeram dan menari dengan diiringi musik tradisional beleganjur
  • Megibung - Selain memiliki tempat wisata yang indah, Bali juga kaya dengan budaya dan tradisi unik, adalah merupakan salah satu tradisi warisan leluhur, dimana tradisi makan bersama dalam satu wadah.
  • Gebug Ende – Ada banyak budaya dan tradisi unik warisan leluhur di Bali, dan beberapa ada di Kabupaten karangasem seperti tradisi megibung, kain geringsing di Tenganan dan yang satu ini adalah Gebug Ende atau Gebug Seraya. Seperti namanya tradisi ini berasal dari Desa Seraya.
  • Ter-teran - Satu lagi tradisi unik di Kabupaten Karangasem, tepatnya di Desa Jasri,  tradisi tersebut adalah perang api atau disebut juga ter-teran. Aksi saling serang/ lempar-lemparan dengan api ini. Perang api ini menggunakan obor prakpak/bobok (daun kelapa kering yang diikat).
  • Mekare – kare atau Perang Pandan – Satu lagi tradisi unik yang ada di Bali, tepatnya di Desa Tenganan Karangasem. Upacara Perang Pandan adalah upacara persembahan yang dilakukan untuk menghormati Dewa Indra (dewa perang) dan para leluhur.  menggunakan senjata pandan berduri sebagai senjata masing-masing.
  • Perang Pisang – Upacara perang pisang atau mesabatan biu ini digelar di pelataran pura Bale Agung, desa Tenganan Daud Tukad, dalam rangka pelantikan ketua dan wakil ketua pemuda setempat. Diikuti oleh 16 pemuda desa yang dipilih oleh kelian adat untuk dilawankan dengan 2 orang (calon ketua dan wakil).
  • Omed – omedan - Tradisi unik di desa Sesetan ini hanya diikuti oleh Truna-truni / muda – mudi atau yang sudah tua dan belum menikah, adegan tarik menarik dan cium-ciuman ini, dirayakan setap tanggal 1 Caka atau sehari setelah Hari Raya Nyepi.
  • MekotekUpacara ini diselenggarakan denan tujuan mohon keselamatan, yang merupakan warisan budaya leluhur yang dirayakan setiap hari Raya Kuningan dan turun-temurun oleh hampir 15 banjar di Desa Munggu kecamatan Mengwi, Badung.
  • Pemakaman di Trunyan – Keunikan tradisi pemakaman mayat di Desa Trunyan sampai sekarang ini masih mejadi tradisi yang dilakukan secara turun temurun oleh warga setempat. Prosesi orang meninggal di Bali, biasanya dikubur ataupun dibakar. Tapi kalau di desa Trunyan tidak seperti itu, tubuh orang yang sudah meninggal melalui sebuah prosesi.
  • Perang Ketupat - Satu lagi tradisi unik di Bali yaitu Perang Ketupat yang dirayakan satu tahun sekali di desa Kapal, Kabupaten Badung. Tujuan diadakan prosesi ini sebagai wujud terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen dan untuk doa keselamatan dan memohon kesejahteraan bagi umat manusia.
  • Ngusaba Bukakak – hanya ada di Bali Utara, tepatnya di desa Adat Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng. Begitu banyaknya  budaya warisa leluhur yang masih terjaga dengan baik di Bali. Tujuan dari Upacara Bukakak ini untuk melakukan permohonan kepada Sanghyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi Kesuburan.
  • Mesuryak - Upacara dengan melemparkan uang ke atas ini digelar bertepatan pada Hari Raya Kuningan (10 hari setelah Galungan) setiap 6 bulan sekali, dengan tujuan untuk memberikan persembahan ataupun bekal pada leluhurnya yang turun pada hari raya Galungan dan kembali ke Nirwana pada hari raya Kuningan
  • Upacara Ngedeblag - Tradisi Ngedeblag hanya dilakukan di desa Pekraman Kemenuh, Kec. Sukawati, Gianyar. Prosesi ini dirayakan di setiap Hari Kajeng Kliwon menjelang peralihan sasih kelima dan sasih keenam (kalender Bali) yang digelar sekali dalam setahun.
  • Ritual Agung Briyang -di rayakan setiap 3 tahun sekali pada purnamaning sasih kedasa kalender Hindu Bali, perayaan ini hanya ada di desa tua Sidetapa Buleleng, lokasi desa ini sekitar 40 km barat laut kota Singaraja. Tujuan mengadakan upacara Agung Briyang adalah untuk melawan dan roh-roh jahat.
  • Ngelawang – salah satu ritual tolak bala di Bali yang dilakukan diantara hari raya Galungan dan Kuningan, beberapa tempat masih melakukan tradisi ini ada juga yang tidak, namum nilai budaya ini sudah tertanam pada anak-anak yang mementaskan ritual ini.
  • Ngusabha Tegen – di Desa Kedisan – Kintamani, sarana banten yang dipersembahkan dengan banten/ sesajian tegen-tegenen yang terdiri dari sayur-sayuran, buah dan ikan dipikul oleh kaum pria, sedangkan kaum ibu membawa banten gebogan dengan tujuan agar tetap diberi keselamatan dan kemakmuran

budaya poppuler jepang

Budaya populer Jepang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Budaya populer Jepang merupakan sebuah budaya yang berasal dari Jepang yang diakui, dinikmati, disebarluaskan dan merupakan jalan hidup mayoritas masyarakat Jepang secara umum. Budaya populer Jepang seperti fashion dan drama TV kini telah memasuki kawasan Asia secara mendalam. Dimulai dari animasi hingga idola, budaya muda Jepang telah menciptakan sekelompok orang yang lebih sering disebut sebagai penggemar di dalam kawasan Asia. Manga yang juga merupakan bagian dari budaya populer Jepang seperti animasi, karakter, permainan komputer, fashion, musik pop, dan drama TV merupakan berbagai variasi dari budaya populer Jepang yang telah diterima dengan baik di bagian timur dan tenggara Asia.[1] Namun semua itu tidak seperti apa yang telah diulas dalam media.[1]
Hal ini bukan untuk mengatakan bahwa ekspor dari budaya populer Jepang merupakan suatu fenomena yang baru. Budaya itu sendiri telah lama berkembang di luar Jepang dan terutama di bagian timur dan tenggara Asia setidaknya sejak akhir tahun 1970-an.[1] Animasi dan komik Jepang seperti Doraemon, sebuah cerita fantasi yang memperkenalkan robot berbentuk seperti kucing yang dapat membuat keinginan dari anak-anak menjadi kenyataan, hal ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bagi anak-anak hampir di seluruh bagian dari Asia.[1]
Bagaimanapun juga akhir-akhir ini, penyebarluasan budaya populer Jepang di bagian timur dan tenggara Asia telah maju ke tahap yang lebih lanjut. Industri media Jepang dan industri media Asia lainnya secara sistematis dan kolaboratif mempromosikan budaya populer Jepang sebagai sebuah konsumsi yang rutin bagi kalangan muda secara luas di berbagai macam pasar di bagian timur dan tenggara Asia.[1] Banyak kalangan muda yang merasakan simpati yang lebih intensif terhadap roman yang diceritakan dalam drama TV Jepang, atau dengan fashion terbaru, gaya musik populer yang trendi, atau dengan gosip mengenai bintang idola Jepang daripada yang mereka rasakan terhadap bagian dari budaya populer Amerika yang telah lama mendominasi dunia budaya kalangan muda.[1]

Manga

Manga atau yang lebih dikenal dengan komik dalam bahasa Indonesia merupakan suatu media yang di dalamnya terdapat sekumpulan gambar yang mengandung cerita yang bermacam-macam variasinya. Pada umumnya manga dicetak dalam warna hitam-putih dan terkadang ada beberapa bagian yang dicetak berwarna.[2] Di Jepang, manga pada umumnya dicetak dalam majalah yang berukuran sebesar buku telepon dan sering terdiri dari berbagai cerita yang bersambung pada episode berikutnya.[3]

Anime

Anime (アニメ) adalah produksi animasi Jepang yang menampilkan hasil gambar animasi melalui tangan maupun komputer. Istilah anime merupakan bahasa serapan dari bahasa Inggris “animation”. Dalam bahasa Inggris, istilah ini didefinisikan sebagai penyebarluasan gaya animasi Jepang yang pada umumnya dicirikan dengan grafis yang warna-warni, karakter yang bersemangat dan tema yang terkadang tidak masuk akal. Terkadang arti yang diinginkan dari istilah ini bervariasi tergantung dari konteks yang dibahas.
Secara umum anime pada awalnya dikenal sejak tahun 1917, dan banyak animasi asli Jepang yang diproduksi pada dekade-dekade setelahnya namun karakteristik gaya anime mulai dikembangkan pada tahun 1960 – yang ditandai dengan karya Osamu Tezuka – dan mulai dikenal di luar Jepang pada tahun 1980-an. Seperti halnya manga, anime juga memiliki audiens yang besar di Jepang dan juga diakui di seluruh dunia. Distributor dapat menayangkan anime melalui siaran TV, secara langsung ke video ataupun dengan teater maupun secara online. Baik dengan gambar tangan ataupun animasi komputer, keduanya digunakan dalam serial TV, film, video, video games, iklan, dan internet rilis. Seiring dengan meningkatnya pasar anime di Jepang, anime juga mendapatkan popularitas di timur dan tenggara Asia. Saat ini anime populer di berbagai daerah di seluruh dunia.

Cosplay

Cosplay
Cosplay (コスプレ Kosupure?) adalah kata-kata bahasa Jepang yang dibuat dari menggabungkan dua kata dari bahasa inggris (wasei-eigo) "costume" dan "play". Cosplay merupakan sebuah pertunjukan seni di mana para pesertanya menggunakan kostum dan aksesori yang menunjukkan secara spesifik suatu karakter atau ide. Pada umumnya cosplay mengacu pada manga dan anime, komik, manhwa, video games, penyanyi dan musisi, serta film.
Istilah cosplay diciptakan oleh Nov Takahashi pada tahun 1984 ketika menghadiri sebuah konvensi sci-fi di Los Angeles. Takahasi terinspirasi dari costume masquerade dan menulisnya dalam majalah sci-fi Jepang yang kemudian menyebar dengan cepat di Jepang sebagai sebuah pertunjukan seni yang baru. Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa cosplay berasal dari Jepang, namun pada kenyataannya hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Forrest J. Ackerman menginspirasi fan-costuming di seluruh dunia ketika pertama kali mengenakan kostum futuristik yang dibuat oleh Myrtle R. Douglas pada konvensi dunia pertama dalam bidang Science Fiction pada tahun 1939 di Caravan Hall, New York. [4]
Sejak saat itu istilah cosplay telah menyebar ke negara-negara di seluruh dunia seperti Filipina, Cina, Italia, Perancis, Meksiko, Brazil, Rusia, Kanada, dan negara-negara lainnya. Meskipun banyak negara yang berhasil menghasilkan kreasi-kreasi yang hebat dalam kostum namun Jepang merupakan negara eksportir terbesar dalam hal cosplay yang berkualitas. Jepang berhasil membawa cosplay ke tingkat yang baru di mana Jepang berhasil mengubahnya ke dalam bentuk seni yang menginspirasi para cosplayer di seluruh dunia. [4]

Budaya populer Jepang di Indonesia

Manga

Dua penerbit manga terbesar di Indonesia adalah Elex Media Komputindo dan m&c Comics yang merupakan bagian dari kelompok Gramedia. Sekitar tahun 2005, kelompok Gramedia juga telah menghadirkan Level Comics yang lebih berfokus pada penerbitan manga-manga bergenre Seinen (Dewasa). Seiring dengan perkembangan teknologi informasi maka manga tidak hanya bisa dinikmati dalam bentuk buku saja, namun juga dapat dibaca melalui situs tertentu menggunakan internet. Manga yang dibaca melalui internet tersebutlah yang kemudian disebut dengan manga scan.
Manga scan diproduksi melalui proses yang disebut Scanlation (scanning, translation and editing) yaitu suatu proses memindai halaman per halaman dari manga yang telah diterbitkan di Jepang. Setiap naskah halaman yang berbahasa Jepang tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris atau bahasa lainnya sesuai dengan keinginan, lalu melalui proses penyuntingan untuk meningkatkan kualitas gambar. Scanlation muncul secara bertahap seiring dengan meningkatnya jumlah orang yang mempunyai akses internet dan didukung oleh peranti lunak untuk melakukan editing gambar dan pendistribusian data.[5]
Pada awalnya, manga scan dimulai karena kurangnya akses terhadap manga di luar Jepang. Selain karena faktor biaya yang mahal karena manga harus diimpor terlebih dahulu baru dapat dinikmati di negara selain Jepang, faktor waktu juga menjadi masalah karena para penggemar manga di luar Jepang seperti Indonesia tidak dapat langsung menikmati manga-manga baru yang diterbitkan di Jepang.

budaya korea selatan

Budaya Korea Selatan

From Wikipedia, the free encyclopedia
 

          Budaya kontemporer Korea Selatan dikembangkan dari budaya tradisional Korea, dan jalan sendiri jauh dari budaya Korea Utara sejak pembagian Korea pada tahun 1948. Industrialisasi dan urbanisasi Korea Selatan, terutama Seoul, telah membawa banyak perubahan pada cara orang Korea hidup. Mengubah ekonomi dan gaya hidup telah menyebabkan konsentrasi penduduk di kota-kota besar (dan depopulasi pedesaan pedesaan), dengan multi-generasi rumah tangga memisahkan ke pengaturan hidup keluarga inti.

Akademik

Kelas di FTC
Lingkungan akademik Korea Selatan sangat kompetitif. Masyarakat Korea menganggap masuk ke sebuah universitas bergengsi sebagai prasyarat untuk sukses. Sebagian besar karier siswa difokuskan pada masuk ke universitas tersebut, meskipun sikap ini telah bergeser dalam beberapa tahun terakhir. Hampir semua sekolah atas bangsa (baik sekolah tinggi dan universitas) yang berlokasi di Seoul, kritik mengundang bahwa daerah pedesaan menghadapi kelemahan struktural. Siswa pedesaan menjalani jam perjalanan sehari-hari jika dirawat di sebuah sekolah di Seoul.

Sistem sekolah menengah adalah single-seks atau co-ed, dan ada pula yang khusus oleh bidang akademik. Sementara sekolah umum biasanya mengkhususkan diri dalam keterampilan teknis tertentu (misalnya engineering), sekolah swasta banyak mengkhususkan diri dalam seni. Tiga universitas paling bergengsi adalah universitas SKY: Seoul National University, Korea University, dan Yonsei University. Masuk ke sekolah-sekolah, serta Korea Advanced Institute of Science & Technology (KAIST) di Daejeon, dan Pohang Universitas Sains dan Teknologi sangat kompetitif. Dalam bidang yang lebih khusus, Hankuk University of Foreign Studies, Kyunghee University dan Hongik Universitas yang terkenal untuk bahasa asing mereka, obat oriental dan sekolah seni, masing-masing.

Kebanyakan orang tua menyekolahkan anak mereka ke akademi swasta, hagwons (학원), sebagai awal sebagai TK. Lembaga ini mengajarkan berbagai mata pelajaran, mulai dari studi karakter Cina untuk musik, seni dan bahasa Inggris. Industri hagwon telah menjadi terkenal untuk pengisian biaya kuliah yang tinggi dan untuk penipuan [rujukan?]. Seorang siswa sekolah tinggi khas menghadiri 2 atau 3 jenis yang berbeda dari akademi.
 
Jurnalistik
 
Koran Korea
 
           Korea Selatan memiliki 10 surat kabar utama dan 3 penyiar utama. Atas tiga surat kabar harian Chosun Ilbo, Joongang Ilbo, dan Donga Ilbo. Hankyoreh adalah koran berhaluan kiri. KBS, MBC, dan SBS adalah saluran TV utama. Juga, ada EBS bagi siswa dan pendidikan orang dewasa.

          Korea Selatan juga memiliki beberapa publikasi majalah bawah tanah. Salah satu yang lebih populer adalah The Chosun Ilbo, yang merupakan presentasi online dari harian The Korea Chosun Ilbo. Lainnya majalah K Majalah Scene, JoongAng Daily, Korea Post, Korea Times, Kantor Berita Yonhap, OhmyNews International. The Korea Herald dan Times PRKorea adalah surat kabar berbahasa Inggris untuk orang asing, memberikan cerita hidup dari seluruh dunia.

          Meskipun surat kabar utama menawarkan konten online di Korea dan / atau bahasa Inggris, ada beberapa online-satunya publikasi. Publikasi online Beberapa Digital Chosunilbo, Seoul Times, Homepage Pemerintah Korea, dan Donga.com yang merupakan layanan online yang menyediakan berita Korea dalam beberapa bahasa. OhmyNews adalah situs Korea yang didirikan oleh Oh Yeon Ho pada tahun 2000 dalam pandangan bahwa orang-orang biasa bisa melaporkan dalam melalui telepon atau email dan memiliki banyak pandangan mereka pada cerita diedit oleh editor sukarela dan profesional. OhmyNews melakukan wawancara pertama itu-presiden terpilih, Roh Moo-hyun [1].

          Artikel baru-baru ini dicetak di Chosun Ilbo serta Herald Korea, sebuah surat kabar berbahasa Inggris, telah dituduh rasis terang-terangan melalui serangan berulang pada karakter guru bahasa Inggris asing tanpa sumber atau informasi faktual. Sebuah situs web baru, http://www.koreanmediawatch.com/, telah didedikasikan untuk menemukan artikel ini, menerjemahkan mereka ketika diperlukan, dan menantang para wartawan untuk mendukung klaim mereka dan mengutip sumber-sumber. Azad MAnzgam

Pengaruh Asing

Burger King  di Seoul, South Korea
 
          Korea Selatan telah sangat dipengaruhi dalam beberapa tahun terakhir oleh negara-negara asing, awalnya pengaruh utama adalah dari Amerika Serikat dan Jepang (terutama selama dan setelah pendudukan Jepang). Banyak orang menikmati menonton film-film Amerika. Pengaruh negara-negara asing telah mengubah kebiasaan masyarakat 'makan juga, banyak orang sekarang menikmati makanan Barat dan Asia lainnya di samping makanan tradisional Korea. Pizza adalah salah satu makanan favorit di luar negeri Korea Selatan, meskipun cenderung berbeda dari pizza yang disajikan di barat, sering menampilkan jagung, ubi jalar, mayones, bulgogi dan berbagai bahan lainnya. Hamburger Barat Banyak, ayam, kopi, dan es krim rantai juga sangat populer di Korea Selatan. Kedai Kopi dioperasikan oleh 12 merek utama meningkat menjadi lebih dari 2.000 lokasi pada tahun 2010, [2] dan istilah "coffice" (커피 스) [3] diciptakan untuk menggambarkan menggunakan sebuah kafe sebagai kantor. [4]

Korea Selatan gaun juga sedang lebih banyak dipengaruhi oleh gaya asing.

          Baru-baru ini, bahasa Korea telah memiliki masuknya besar kata-kata bahasa Inggris, kadang-kadang dinyatakan sebagai Konglish. Contoh Konglish:

  •      Belanja Eye (ai syopping 아이 쇼핑) mengacu pada 'window shopping'.
  •      Layanan (seobisseu 서비스) biasanya berarti 'gratis', seperti hadiah dengan layanan pembelian atau garansi.
     Hand phone (hendeu 핸드폰 pon) mengacu pada 'ponsel'.
     Paiting atau Hwaiting (loanword dari 'pertempuran', bahasa Inggris) adalah frase yang digunakan untuk seseorang bersorak 'selama sidang yang sulit.
     Satu tembakan adalah frase yang digunakan sambil minum mirip dengan pantat up, menyarankan untuk turun minum Anda dalam satu pergi.

          Juga karena abjad Inggris memiliki huruf yang tidak ada dalam alfabet Korea huruf lainnya biasanya digantikan orang lain ketika mengacu pada kata-kata bahasa Inggris tertentu. Huruf F diganti dengan huruf P dan huruf Z diganti dengan huruf J:

  •      Kopi (kopi)
  •      Pija (pizza

Teknologi

Telpon Genggam

Samsung Galaxy Tab
 
          Diperkirakan 98 % ponsel sendiri Korea mobile dan menggunakannya tidak hanya untuk panggilan dan pesan tetapi juga untuk menonton TV, situs web melihat dan melacak status online mereka game. Korea Selatan perusahaan Samsung dan LG adalah perusahaan pertama dan ketiga ponsel terbesar seluler di dunia, dan Korea Selatan biasanya antara yang pertama untuk mengalami teknologi inovatif. Ponsel baru yang mahal di Korea Selatan, namun hal ini tidak menghentikan konsumen Korea Selatan mengubah ponsel mereka rata-rata setiap 11 bulan.

          Banyak ponsel Korea Selatan fitur siaran TV melalui Digital Multimedia Broadcasting (DMB), yang sekarang membawa tujuh saluran TV. Lebih dari satu juta DMB ponsel telah terjual dan penyedia seperti KT dan SK Telecom telah memberikan cakupan seluruh banyak bagian kota-kota besar.

          Nokia, perusahaan ponsel terbesar di dunia, telah gagal menjual ponsel di Korea Selatan karena penjualan menurun. Motorola memegang saham 4% dari penjualan ponsel di Korea Selatan.

Korea Selatan memenangkan LG Mobile World Cup, kompetisi SMS dijalankan oleh LG Electronics.

Games

  Para remaja di internet cafe di Seoul
          Dalam games pada tahun terakhir, baik game online dan baduk papan tradisional permainan telah menjadi bagian penting dari budaya Korea. Hal ini tidak jarang melihat permainan baduk (juga dikenal sebagai "Go" dalam bahasa Jepang) diputar untuk analisis di stasiun TV seperti KBS1.

          StarCraft, PC real-time game strategi, adalah jauh permainan televisi paling populer di Korea. Permainan sering disiarkan di stasiun TV seperti MBCGame dan Ongamenet. Turnamen ini biasanya disiarkan langsung dan memiliki banyak cukup besar sementara mereka dicatat di pusat perbelanjaan seperti COEX, di tenggara Seoul. Profesional StarCraft pemain dapat perintah gaji yang cukup besar di Korea, dan biasanya dicatat selebriti, seperti Lim Yo-Hwan.

          Game PC kadang-kadang dimainkan di PC ("PC bang," ruang PC), yang mirip dengan kafe internet, dan didedikasikan untuk permainan LAN judul populer seperti Kart Rider, Maple Story, World of Warcraft, Mabinogi, Lineage dan Korea dan asing permainan. Ini adalah jauh hobi disukai untuk siswa, tetapi dinikmati oleh Korea dari segala usia, laki-laki dan perempuan.

           Dalam budaya minum Korea Selatan sering dengan sekelompok individu, permainan minum yang dimainkan. Berbagai permainan dapat dimainkan dalam kelompok dan dapat berubah dengan setiap putaran mendatang. Jenis alkohol dapat bervariasi, tapi lebih dari Soju kemungkinan, minuman keras Korea yang umum, digunakan ketika permainan sedang dimainkan.

Musik Populer

          Banyak bintang pop Korea dan kelompok yang terkenal di seluruh Asia Timur dan Asia Tenggara. K-pop sering fitur pemain muda. Pada 1970-an dan 1980-an banyak musisi muncul, seperti Cho Yong Pil, seorang musisi terkenal dari periode itu. Dia menggunakan banyak sumber seperti synthesizer. Di antara pengaruhnya, ia terkenal karena mempopulerkan musik rock.          Munculnya kelompok Seo Taiji and Boys pada tahun 1992 merupakan titik balik bagi musik populer Korea, oleh unsur-unsur menggabungkan Amerika genre musik populer tahun 1990-an. Untuk menggambarkan, popularitas mereka didasarkan pada hibridisasi inovatif musik karena mereka kreatif dicampur genre seperti rap, jiwa, raock and roll. techno, punk, hardcore dan bahkan ppongjjak, dan menciptakan suatu bentuk musik yang unik yang 'mempekerjakan rap hanya selama ayat-ayat, menyanyikan chorus dalam gaya pop' dengan gerakan tarian yang dinamis. Mereka menunjukkan bagaimana rap Korea akan terdengar. Akibatnya, Seo Taiji dan Boys memperluas cakupan K-pop. [6]           Artis populer yang menyimpang dari suara K-pop mencakup solo penyanyi BoA, Lee Hyori, Rain (alias 'Bi' di Korea), rapper PSY, boy band HOT, Shinhwa, TVXQ, Super Junior, BIGBANG, SHINee, 2PM, B1A4, EXO, FT Pulau, 2AM, CNBLUE, MBLAQ, SS501, Beast, U-Kiss, Generation kelompok Girls 'Infinite, Choshinsung, dan gadis, 2NE1, Kara, Brown Eyed Girls, 4minute, After School, Wonder Girls, f (x), Miss A , Rainbow, Davichi, dan seniman lainnya. Korea Selatan juga merupakan rumah bagi bentuk sendiri seniman hip hop, termasuk MC Mong, Epik High, Dynamic Duo, BAP Untuk alasan itu, BoA dianugerahi gelar Duta, dan sejak berkontribusi untuk memulihkan hubungan baik antara Jepang dan Korea Selatan. Ini kadang-kadang membuat para seniman untuk debut di negara-negara lain dan tetap aktif.           Beberapa lagu dari kelompok populer membentuk crazes tari, seperti "Mirotic" oleh TVXQ, "Sorry Sorry" dan "Bonamana" oleh Super Junior, "Tell Me" dan "Nobody" oleh Wonder Girls, "Api" dan "Akulah Terbaik "oleh 2NE1," Bayi Fantastic "oleh BIGBANG," Sherlock (Shinee lagu) "oleh SHINee," Gee "oleh Girls 'Generation," BTD Nu ABO "oleh f (x)," oleh Tak Terbatas "Target Indah", oleh B1A4 dan "Style Gangnam" oleh PSY. ini crazes tari sering menyebar dengan cepat di seluruh Asia, banyak orang inspirasi untuk meniru mereka dalam talk show, iklan, dan bahkan kampanye politik. Karena suara adiktif dan crazes tari terinspirasi, beberapa lagu telah kemudian memenangkan penghargaan musik, seperti "Song of the Year".          Selain itu, ada juga tradisional musik pop Korea, atau berlari. Menarik bagi lebih tua Korea, ada banyak penyanyi populer, termasuk Tae Jin Ah, Na-Hoon dan Lagu Dae Kwan, terutama di usia 50-an dan 60-an, jika tidak lebih tua. Namun, baru-baru ini mengalami kebangkitan karena popularitas Jang Yoon Jeong, bintang semi-trot muda yang memiliki hit pelarian dengan "Omona."

Noraebang

          Karaoke ini  sering disebut "noraebang" (노래방, secara harfiah, "Ruang lagu") di Korea, tetapi alternatif Korea seperti berbagai Norae yeonseupjang (노래 연습장), atau Norae yeonseupshil (노래 연습실) juga kadang-kadang digunakan. Noraebang bahkan dilakukan dalam kendaraan transportasi seperti bus pariwisata. Noraebang adalah setara dengan Box Karaoke-di Jepang, sedangkan bernyanyi sebelum penonton dari sebuah bar karaoke disebut Karaoke (카라오케) di Korea.

Film dan Televisi

Sinchon movie theatre
          Karena keberhasilan Shiri film Korea pada tahun 1999, film Korea telah menjadi jauh lebih populer, baik di Korea Selatan dan luar negeri. Saat ini Korea Selatan merupakan salah satu dari sedikit negara di mana produksi Hollywood tidak menikmati saham dominan pasar domestik. Fakta ini, bagaimanapun, adalah sebagian karena adanya kuota layar bioskop yang membutuhkan untuk menampilkan film Korea setidaknya 73 hari dalam setahun.          Shiri adalah sebuah film tentang mata-mata Korea Utara mempersiapkan kudeta di Seoul. Film ini adalah yang pertama dalam sejarah Korea untuk menjual lebih dari dua juta tiket di Seoul saja. Ini membantu Shiri mengungguli box office hit seperti The Matrix dan Star Wars. Keberhasilan film Shiri termotivasi Korea lainnya dengan anggaran yang lebih besar.          Pada tahun 2000 Wilayah Keamanan Bersama Film ini sukses besar dan bahkan melampaui benchmark yang ditetapkan oleh Shiri. Satu tahun kemudian, film ini berhasil Teman sama. Di Korea Selatan komedi romantis My Sassy Girl outsold The Lord of the Rings dan Harry Potter yang berlari pada saat yang sama. Direktur di Area Keamanan Bersama telah pergi untuk mengarahkan film-film populer di Korea dan luar negeri terutama film kultus tahun 2003, Oldboy. Kim Ki-Duk juga merupakan pembuat film dihormati dan dikenal untuk menggunakan dialog minimal antara karakter untuk menciptakan respons emosional dari para penonton. Ia dikenal terutama untuk 3-Besi dan Spring, Summer, Fall, Winter ... dan Spring. Pada tahun 2004, film baru terus memecahkan rekor, dan produksi Korea banyak yang lebih populer daripada film-film Hollywood. Kedua Silmido dan Taegukgi (The Brotherhood) yang ditonton oleh lebih dari 10 juta orang, yang hampir seperempat dari populasi Korea. Silmido adalah sebuah film berdasarkan kisah nyata tentang seorang pasukan khusus rahasia. Yang lainnya adalah film blockbuster tentang Perang Korea disutradarai oleh sutradara dari Shiri. Host (2006) bagian rakasa film, bagian sindiran sosial memecahkan rekor box office Korea dan telah menjadi cukup populer di Amerika Serikat juga.          Keberhasilan ini menarik perhatian Hollywood. Film seperti Shiri kini didistribusikan di Amerika Serikat. Pada tahun 2001, Miramax membeli hak remake Amerikanisasi dari film aksi komedi yang sukses Korea, istri saya adalah seorang Gangster.Banyak film Korea mencerminkan kondisi unik dari pembagian Korea.

Drama

            Televisi Korea dan terutama bentuk dramatis mini seri bahasa sehari-hari disebut singkat "drama" oleh Korea telah menjadi sangat populer di luar Korea. Drama yang terkemuka di antara ekspor budaya mengemudi tren Korean Wave di Asia dan tempat lain. Kecenderungan telah mendorong bintang Korea untuk ketenaran dan telah berbuat banyak untuk meningkatkan citra dan martabat budaya populer Korea. Salah satu contoh bahwa gelombang Korea drama telah datang menjadi ada adalah pada tahun 1997, ketika negara China Central Television Station (CCTV) menayangkan sebuah drama televisi Korea, Apa Semua Tentang Cinta?, Ternyata menjadi hit besar. Menanggapi permintaan populer, CCTV kembali ditayangkan program pada tahun 1998 dan mencatat peringkat tertinggi kedua yang pernah dalam sejarah televisi Cina. Pada tahun 1999, di Taiwan dan China, yang lain Bintang drama televisi Korea serial My Heart, menjadi hit besar. Sejak itu, drama televisi Korea telah dengan cepat mengambil airtime pada saluran televisi di negara-negara seperti Hong Kong, Taiwan, Singapura, Vietnam dan Indonesia, yang melihat media yang awal liberalisasi di tahun 1990-an. [7]

          Drama menampilkan berbagai cerita, namun yang paling menonjol di antara drama ekspor telah asmara (All About Eve, Autumn Fairy Tale, Winter Sonata, My Fair Lady, Stairway to Heaven, Full House, My Name is Kim Sam Soon, Goong , My Girl, Boys Over Flowers, Shining Inheritance, Kau indah, Secret Garden, Dream High) dan drama fantasi sejarah (Dae Jang Geum, Kaisar Laut, Jumong, Sungkyunkwan Scandal). Korea juga telah ditayangkan mata-mata pertama mereka drama blockbuster, IRIS.

Animasi Korea

           Sementara The Simpsons adalah dikenal terbaik kembali kamar produk Korea, seri animasi banyak populer lainnya (Futurama, King of the Hill, Avatar: The Last Airbender, Family Guy dari Amerika Serikat, dan juga beberapa Kolaborasi / Kontrak kontribusi kecil pada anime dari Jepang) telah memiliki animasi dasar, di-betweening, dan pewarna dilakukan di Korea. Pekerjaan ini biasanya generik dan profesional, tetapi belum tentu Korea dalam nada atau cara.

             Studio animasi semakin diberi pekerjaan kontrak baru untuk seri Korea. Yang paling terkenal telah menjadi animasi cerita rakyat Korea oleh KBS dalam serangkaian bagian 150. Seri ini menggunakan animasi 2-D, saran untuk script dan cerita oleh kru lokal, dan diproduksi "dengan objek untuk membuat yang baru" animasi Korean Wave "yang berbeda dari Disneymation".
Baru-baru ini, para Pororo Little Penguin animasi menjadi salah satu ekspor budaya yang paling populer dari Korea Selatan, dengan mengekspor Pororo ke 120 negara di seluruh dunia. [8] ini penguin biru kecil memiliki 1.500 spin-off produk dan bagian dalam tema park.Pororo begitu kuat bahwa Korea memanggilnya Potongryong ("Presiden Pororo"). Menurut Badan Usaha Seoul, Pororo akan menghasilkan penjualan global dari 38 miliar won ($ 36m) tahun ini, dan merek bernilai ₩ 389.300.000.000 untuk Iconix (perusahaan yang menciptakannya) dan lain-lain.